Senin, 22 Desember 2008

Kritik Sosial dalam Puisi-Puisi Darmanto Jatman Sori Gusti

1 komentar
Kenneth Burke dalam A Grammer of Motives' and A Rhetoric of Motives (1927:33) menyatakan bahwa sastra idealnya berperan secara estetika dan praktis. Artinya, meski sastra merupakan dunia dengan tebaran keindahan, tetapi harus memiliki relevansi dan kontribusi bagi kehidupan.
Sastra harus memiliki kandungan atau isi bermanfaat, mengangkat derajat perikemanusiaan dan mengajarkan nilai-nilai moral yang luhur. Dengan kata lain, sastra harus menjadi medium penyadaran dan pendidikan masyarakat pembacanya. Memang pada mulanya, sastra dicipta semata-mata sebagai dunia estetika yang hendak dicumbui keindahannya. Akan tetapi, karena sastra juga merupakan sebuah produk budaya, maka akhirnya berkembang sesuai dengan proses zaman yang memolanya.
Karya sastra yang kritis dan imajinatif, menjadi semacam rujukan atau jawaban atas persoalan dalam kehidupan, di samping kitab suci agama. Jawaban yang disuguhkan sastra memiliki dua sisi yang saling melengkapi, yaitu kebenaran yang merupakan kata kunci dalam pengetahuan (sains) dan keindahan yang merupakan unsur sastra sendiri. Pendek kata, sastra memberi jawaban atas problem kehidupan dengan kebenaran yang dibalut keindahan. Jika merujuk pendapat Burke tersebut, terjawab sudah kontrovesi antara kubu estetika dengan kubu praktis mengenai peran sastra.
Puisi misalnya, memang merupakan sebuah media untuk mencurahkan segala kegelisahan, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sejak zaman Chairil Anwar dan mungkin juga sebelumnya puisi sudah banyak digunakan sebagai media untuk memprotes atau mengkritik pemerintah.
Disini, dalam kumpulan puisi “Sori Gusti” Darmanto Jatman juga mencoba melakukan sebuah kritik terhadap pemerintah yang dianggap sudah tidak mampu lagi melakukan tugasnya dengan baik. Puisi-puisi yang ada di sini banyak sekali menghadirkan suatu kebenaran dan keindahan sebuah puisi yang memiliki kedalaman makna yang sangat mendalam.
Pidato perdamaian karya Daramnto ini merupakan paduan antara puisi, pidato dan pantun nasehat. Darmanto berani mengemas puisi berbeda mengikuti aliran kontemporer yang ingin keluar dari struktur sosial kritik. Kritik sosial yang ditulis merupakan pencitraan dari masyarakat Indonesia umumnya dan penguasa khususnya. Penyajian yang berbeda dengan tambahan pantun nasehat dan semboyan-semboyan klasik di negara ini serta disajikan hampir mendekati sebuah teks pidato merupakan ciri yang sangat kental yang membangun puisi-puisi di sini.
Dalam puisi “harmoni itu sepasang sandal jepit” Darmanto menampilkan sesuatu yang lebih religi, namun masih mengangkat tema kritik sosial. Dalam puisi ini darmanto mencantumkan juga puisi dari dua penyair terkenal yaitu, “doa Seorang Serdadu sebelum Perang (WS Rendra) dan “Doa” (Chairil Anwar). Kita semua tahu kalau kedua penyair ini sangat kental dengan puisi-puisi yang sangat mengkritik, terutama kepada sistem social dan politik yang ada di Negara ini. Kembali lagi, dalam puisi ini Darmanto menghadirkan banyak sekali kisah-kisah klasik yang ada di daerah-daerah di negara ini. Dari cerita kerajaan Sriwijaya yang telah menyatukan nusantara, Gajahmada yang memdengungkan sumpah palapa hingga VOC menguasai Nusantara. Puisi ini juga menyinggung tentang kekuasaan orde baru dimana, Negara menjadi monolitik dan pola-pola berperilaku diseragamkan hingga keruntuhannya pada 21 Mei 1998. puisi ini mengajarkan kita untuk menerima perbedaan yang telah membangun bangsa ini. Semua manusia sama, setiap orang berbeda-beda, itulah yang ingin disampaikan Darmanto Jatman dalam puisi ini.
Dalam puisi “Jangan Asal Usul”, Darmanto juga menyindir oknum-oknum pemerintah pasca orde baru dalam melaksanakan tugasnya. Banyak sekali praktek-praktek yang tidak jauh berbeda dengan pada saat zaman Orde Baru. Darmanto dengan samar seperti sedang mengatakan bahwa “kalau menjadi pejabat itu jangan hanya mengurusi diri sendiri dan mengorbankan rakyat”. Di sini juga di tambahkan sebuah pepatah jawa yang sengaja ditujukan kepada oknum-oknum pemerintah yang biasanya hanya “ngomong tok” yaitu, ajining diri ana ing lathi. Pepatah ini memiliki makna yang dalam mengenai harga diri seseoranga dimata orang lain, yaitu bahwa harga diri seseorang dilihat dari bicaranya. Dalam konteks ini adalah bicaranya para pejabat negara atau para wakil rakyat yang hanya bisa bicara tanpa ada kerja konkrit, serta selalu menysahkan rakyat kecil.
Dalam puisi “Laporan kepada Rakyat” sekali lagi disinggung tentang Pemimpin Orde Baru yaitu Presiden Suharto yang menjelang keruntuhan kekuasaannya membentuk suatu organisasi tanpa bentuk. Suatu situasi dimana banyak sekali orang yang sangat tunduk kepada penguasa Orde Baru.
Selanjutnya dalam puisi “Amanat buat Mereka yang Pindah Abad” Darmanto mencoba menghadirkan suatu konflik yang terjadi saat ini. Dalam pusisi ini sangat padat sekali isinya tentang kisah-kisah yang terjadi pada masa lalu dan membandingkannya dengan situasi yang ada sekarang. Puisi ini menggambarkan situasi abad 20 yang penuh dengan peperangan dan kekerasan. Banyak sekali dimana-mana terjadi perang, pembunuhan dan kerusuhan. Suatu abad dimana orang-orang sangat akrab dengan yang namnya senjata. Sekarang zaman sudah berubah, disebut sebagai milenium baru, abad yang baru.Oleh karena itu Darmanto mencoba mengingatkan kepada orang-orang yang merasa masuk pada abad yang baru ini untuk tidak mengulangi atau meniru tindak-tindak kekerasan yang biasa dilakukan pada abad sebelumnya. Dalam pusisi ini Darmanto sengaja mengawalinya dengan salam
Saudara-saudara
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Syalom, Shanti, Sancai, Slamet!...
Ini dimaksudkan bahwa amanat yang disampaikan dalam puisi ini ditujukan kepada semua kalangan dari berbagai agama yang ada di Indonesia. Tanpa membeda-bedakan suku dan agama.
Dari keseluruhan pusi-pusi Daramnto ini yang di dalamnya sering dicantumkan sejarah-sejarah yaitu dimaksudkan agar bangsa ini mau belajar dari pengalaman yang pernah terjadi. Banyak sekali kisah-kisah yang ditampilkan tersebut memiliki makna dalam dan sangat berhubungan dengan kondisi Indonesia saat ini. Selain itu ditambahkannya juga pepatah-pepatah klasik juga merupakan pembelajaran bahwa kearifan lokal negri ini yang memiliki unsur makna yang sangat luhur.
Pada konteks bangsa ini (Indonesia), tatkala krisis multidimensi dan carut-marut belum beranjak, idealnya sastra menyembulkan peran estetika dan praktisnya. Sastrawan kita mesti terjaga dari peraduannya. Sudah saatnya sastrawan kita memoles luka bopeng kehidupan bangsa ini, dengan berbagai karya kritis sekaligus mencerahkan.
Sastrawan kita harus berperan layaknya Paulo Freire, yang meminjam derita masyarakat sebagai penyuplai ide-idenya. Seluruh karya Freire merupakan kritik sosial atas penderitaan yang menimpa rakyatnya. Menurut Freire, sastrawan mestinya tidak hanya menjadikan rakyat sebagai objek karya sastra, lebih dari itu sebagai subjeknya. Dengan kata lain, sastra tidak hanya berbicara tentang rakyat, melainkan juga berbicara dan bersilaturrahmi dengan mereka.
Selain itu, sastrawan-melalui karya-karyanya-harus membongkar oknum-oknum haus kekuasaan, munafik, gila harta atau oknum ulama yang tidak peduli dengan umatnya. Sudah saatnya sastrawan "memberontak" pada ketidakadilan, penguasa yang menindas, menghisap dan menyengsarakan rakyatnya. Tidak ada pilihan lain, selain sastra kita-meminjam istilah Satyagraha Hoerip-harus "terlibat" dalam menyelamatkan moralitas bangsa. Tujuannya, agar korupsi, manipulasi, menipu, memeras, dan moralitas bejat lainnya, menular atau mewaris pada generasi muda (Sawali Tuhusetya, 2007). Pertanyaannya kemudian adalah, tatkala sastra(wan) telah lantang menyuarakan "pemberontakan" tersebut, apakah lantas kondisi bangsa ini terentaskan? Secara langsung memang tidak terasa. Paling tidak, masyarakat (pembaca) kemungkinan besar terangsang untuk melakukan penyadaran tentang pelbagai problem tersebut pasca membaca karya sastra, atau kemungkinan problem tersebut tidak dirasakan lagi kehadirannya dalam kehidupan-karena masyarakat terhibur dengan sastra (Chairul Harun, 1997).
Darmanto Jatman dalam antologi puisinya ini juga berusaha untuk melakukan hal yang sama seperti yang dimaksudkan dengan penjelasan tentang sastra(wan) di atas. Dia berusaha menghadirkan suatu kondisi yang selama ini menaungi negri ini. Untuk itu Darmanto berusaha melakukan penyadaran terhadap siapa saja yang telah membaca puisinya ini tentang berbagai masalah yang tengah dihadapi oleh negeri ini. Dengan demikian diharapkan agar para generasi penerus bangsa ini dapat belajar dari pengalaman dan mampu memperbaiki kondisi dan situasi pada negara ini.
Di Indonesia memang ada beberapa karya sastra yang berusaha menjadi sarana kritik sosial, akan tetapi menurut Kuntowijoyo karya-karya sastra tersebut belum mampu membentuk public opinion masyarakatnya. Serat Kalatida karya Ronggowarsito (1802-1874) misalnya, sebuah puisi yang mengandung protes sosial, tetapi menurut Kuntowijoyo masih terlalu bersifat moral sehingga keterjepitan masyarakat Jawa dalam dunia tidak dapat diubah dan tidak dapat dihindarkan. Serat Kalatida juga tidak memberi inspirasi sekaligus membuahkan gerakan masyarakat Jawa atau revolusi sosial masyarakat jawa. Serat Kalatida juga hanya mengingatkan para pejabat dan rakyat Kerajaan Jawa untuk selalu eling dan waspada menghadapi "zaman edan".
Novel bergaya prosa liris Pengakuan Pariyem (1981) karya Linus Suryadi AG, juga mengungkap kritik sosial (social critical) dengan melukiskan nasib penduduk desa yang melakukan urbanisasi ke kota-kota besar. Novel tersebut berhasil mengungkap dunia batin yang serba pasrah terhadap nasib yang disandang. Melalui simbol tokoh Pariyem, Linus berusaha memancing munculnya gerakan protes kaum wanita (gender) akan penindasan kaum bangsawan serta penempatan posisi wanita sebagai the second sex. Selain itu, Pengakuan Pariyem juga menjadi saksi sejarah mengenai proses urbanisasi besar-besaran, potret kemiskinan, serta culture of poverty daerah tandus yang bernama Gunung Kidul.
Sudah saatnya perdebatan (kubu estetika dan praktis) seputar peran sastra diakhiri. Kedua kubu mesti bergandengan tangan, bersilaturrahmi dan bahu-membahu demi mengentaskan bangsa ini dari krisis. Kolaborasi antara kubu estetis dengan kubu praktis, akan menghasilkan kritik sosial yang berimbang.
Kritik sosial sastra tidak melulu mengobarkan yel-yel dan protes yang gegap-gempita terhadap realitas sosial. Tetapi, perlu dibarengi dengan unsur estetis sehingga sanggup menumbuhkan kesadaran dalam lubuk hati pembacanya tanpa bermaksud menggurui. Pembaca yang hanya melulu disodori berbagai fatwa, nasehat, pepatah dan petitih sosial yang nggegirisi, tak ubahnya membaca sebuah liputan mengenai kejadian demonstrasi atau unjuk rasa yang vulgar. Bisa terjadi miscommunication dan misperseption antara persepsi dan visi penulisnya dengan masyarakat pembacanya.

Kamis, 18 Desember 2008

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu terindah ...

0 komentar
selama ini bangsa  kita terlalu banyak "persaingan" dengan malaysia..
nah sekarang kita lihat, bagaimana jika dilihat dari segi bahasanya..terbukti bahasa kita lebih enak didengar..



INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ... (oh please...)

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (Kalo Laut hentak2 aer kali yak?)

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( bijimana cuba ?)

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( kalo breakdance apaan? )

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam (yuu marie,?)

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

INDONESIA : gratis bicara 30 menit
MALAYSIA : percuma berbual 30 minit

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas

INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling ( ngarep banget di malingin yak mpe di
tungguin)

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang (maksud lho..??)

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang ( kalo tidur malem "gelap tengkurep"
donk )

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..???)

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan ( untung bukan ketibanan )

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila ( lu yang gilaaaaaaaaaaa )

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan

INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen atu donk bang?!!!)

Rabu, 10 Desember 2008

Karakter Orang Berdasarkan Golongan Darah nya

0 komentar
1. Karakter Orang Bergolongan Darah B

Orang dengan golongan darah B mer
upakan orang yang paling praktis di antara semua golongan darah yang ada. Mereka adalah spesialis di bidang yang digelutinya. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memahami dan mencoba mengikuti semua petunjuk/arahan yang diperlukan untuk itu. Jika mengerjakan sesuatu, mereka selalu fokus kepada apa yang teng
ah dikerjakan. Mereka cenderung berpedoman pada tujuan dan mengejarnya sampai tuntas walau pun kelihatannya pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan. Mereka cenderung kurang kooperatif. Mereka lebih suka mengikuti peraturan dan gagasan mereka sendiri. Orang dengan golongan darah B memberikan perhatian lebih kepada pikiran daripada perasaan mereka, dan karenanya, terkadang kelihatannya dingin dan serius.

Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah B

Ada karakter ada gaya. Orang bergolongan darah B memiliki karakter yang berbeda dengan mereka yang bergolongan darah A. Me
reka lebih praktis, egois, kreatif, optimis dan bebas dalam berpikir. Mereka juga memiliki kecenderungan mengerjakan segala sesuatu secara individual. Oleh karena itu, di Jepang, untuk membentuk sebuah tim yang kuat sehingga motto yang digagas John C. Maxwell: teamwork makes the dream work benar-benar menjadi kenyataan, orang golongan darah B ini biasanya kurang dilibatkan.

Untuk lebih jelas, gaya komunikasi dengan
orang bergolongan darah B berikut dapat dijadikan pedoman:

“ Mulailah pembicaraan dengan runtun, jangan melompat-lompat karena mereka kurang menyukai hal-hal yang tidak teratur.

“ Jangan memulai pembicaraan tanpa mengakhirinya.

“ Gunakan data-data akurat, bukan rekaan.

“ Jika mengajak kerjasama, pastikan bahwa mereka bersedia.

“ Berbicaralah kepada otaknya bukan hatinya. Gunakan lebih banyak fakta rasional daripada sosial.

“ Jangan menggunakan gaya bicara yang terburu-buru.

Orang dengan golongan darah B lebih suka mendengarkan uraian rinci dan runtun. Mereka suka ada awal dan akhir dari sebuah percakapan. Karena mereka sangat concern dengan apa yang t
elah dimulai untuk dapat diakhiri. Mereka tidak suka orang yang berbicara secara tidak jelas dan tanpa pertimbangan rasional karena mereka lebih menggunakan nalar rasio-nya daripada perasaannya.

2. Karakter Orang Bergolongan Darah ‘O’

Orang-orang dengan golongan darah O a
dalah mereka yang tidak banyak ambil pusing, penuh semangat dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka adalah orang yang paling fleksibel di antara semua golongan darah yang ada. Mereka akan dengan cepat memulai sebuah proyek namun mengalami masalah ketika melanjutkannya dan tidak jarang banyak juga yang dengan mudah menyerah di tengah jalan. Mereka terkadang bertingkah dan tidak terlalu dapat dijadikan sandaran. Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Mereka selalu jujur. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat. Di Jepang, golongan darah ini merupakan golongan darah rata-rata orang disana.

Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah O

Ketika berhadapan dengan orang bergolongan darah O yang penuh semangat dan percaya diri, terus terang, optimistis, terkadang egois dan kreatif, hal-hal berikut dapat dijadikan pedoman:

* Berbicaralah dengan semangat dan penuh vitalitas. Karena mereka kurang menyukai orang-orang yang terkesan lemah, letih, lesu, lemas, letoy, dan loyo yang dianggap tidak dapat mengikuti ritme mereka yang penuh dengan energi.
* Jangan gunakan kata-kata negatif dan pesimis karena kelompok kata itu tidak terdapat dalam kamus mereka yang penuh dengan semangat positif dan optimis.
* Ketika mengikat sebuah kontrak, pastikan dengan tegas bahwa mereka komit dengan apa yang telah disepakati dan dapat bertanggung jawab atas penyelesaiannya.
* Berkatalah dengan jujur karena mereka juga demikian adanya. Sekali kebohongan terdeteksi, mereka tidak akan percaya lagi pada lain kesempatan.
* Tunjukkan bahasa tubuh yang penuh keceriaan dan semangat.

Orang dengan golongan darah O paling suka berkomunikasi dengan mereka yang penuh semangat. Orang-orang yang tidak memiliki semangat hidup yang baik sulit menjadi teman dekat orang golongan ini. Karena mereka selalu semangat sejalan dengan vitalitas yang mereka miliki. Mereka akan dapat berkomunikasi berjam-jam dengan orang yang cocok dan dapat mengikuti ritme bicara mereka yang sangat optimistis dan motivatif.

3. Karakter Orang Bergolongan Darah AB

Orang dengan golongan darah AB susah dikelompokkan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan. Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Mereka dapat dipercaya dan bertanggung jawab, namun tidak dapat bertanggung jawab jika terlalu banyak yang dituntut dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan golongan darah ini sangat suka seni dan metafisika. AB juga dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka juga suka menentukan syarat sendiri dan berhak menggugurkannya jika tidak sesuai dengan harapan mereka. Mereka dikenal sangat sensitif dan penuh perhatian. Di Jepang, beberapa perusahaan membagi karyawan-karyawannya ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan ironisnya, tidak seorang pun yang mau bekerjasama dengan kelompok golongan darah AB di Jepang ! (Jangan terlalu sedih buat yang di Indonesia ya).

Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah AB

Dengan karakter yang mudah berubah-ubah tergantung kondisi mood tertentu, orang-orang dengan golongan darah AB tentu masih dapat diambil ‘hatinya’ ketika kita berkomunikasi dengan mereka agar mencapai tujuan yang ingin kita raih. Gaya komunikasi yang perlu diterapkan adalah seperti tersebut di bawah ini:

* Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
* Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
* Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
* Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
* Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
* Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak.

Orang dengan golongan darah ini memang sedikit kurang beruntung di Jepang karena dianggap yang paling lemah dan tidak dapat dipercaya. Namun, hal ini tentu sangat kasuistis dan geografis. Hanya saja, dengan memahami karakteristik orang dengan golongan darah ini, banyak hal yang dapat dilakukan untuk tidak menuai kekecewaan nantinya di kemudian hari jika ternyata karakter itu benar adanya. Dan bagi mereka dengan golongan darah AB tentu dapat melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki hal-hal negatif yang benar sesuai dengan penjelasan di atas.

4. Karakter Orang Bergolongan Darah A

Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat yang akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak. Mereka biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.

Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah A

* Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara.
* Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
* Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
* Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan saksama ketika mereka menjelaskan.
* Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui dalam hal kepintaran dan pengalaman, misalnya.
* Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.

Sebagai tambahan, orang golongan darah A cenderung menyukai topik-topik yang bernuansa damai dan kooperatif. Mereka tidak menyukai topik yang berkaitan dengan sepak terjang atau kepribadian orang lain yang tidak ada parameter jelasnya. Mereka sangat sensitif, dalam arti setiap kata yang diterima oleh akal sehat mereka akan menjadi tolok ukur mereka terhadap orang yang diajak berkomunikasi. Untuk itu, lebih berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang golongan darah A ini karena mereka sesungguhnya adalah pengamat yang luar biasa.

Diambil dari (paranjae.multiply.com dan andriewongso.com)

hmmmm..bangun pagi...

0 komentar
Kenapa sih,akhir-akhir ini aku klo bngun selalu siang( eh apa gak dari dulu ya, wah rada lupa).
Untuk kebiasaan yang satu ini , gak tau aku kenapa gak bisa ta ilangin. Kalo soal bangun pagi atau kesiangan ada sebuah puisi dari seorang tokoh terkenal yang juga seorang presiden dan dia juga sebelumnya adalah seorang petani kacang. Inilah puisinya:

Saya bisa saja bangun jam sembilan pagi
dan menjadi petani kacang, atau
bangun jam enam pagi dan
menjadi presiden.
-
( Jimmy Carter,
mantan petani kacang yang
menjadi Presiden Amerika Serikat )

Kalo baca puisi yang hanya empat baris ini aku jadi malu sendiri. Seharusnya semua orang muslim itu lebih berpeluang untuk menjadi seorang presiden dari pada menjadi seorang petani kacang. (wah..gak pernah kebayang aku ingin jadi presiden, mo tak apakan ya negara ini). Ya..semua muslim itu berpeluang atau berpotensi untuk menjadi seorang yang jauh lebih baik. Ini bukan sekedar bangun pagi yang memang menjadi kewajiban seorang muslim untuk melaksanakan shalat subuh. Seperti kata Jimmy Carter di atas, bangun pagi itu tidak sekedar bangun begitu saja namun juga bekerja keras sejak dari pagi dan berfikir untuk tidak ketinggalan oleh orang lain dalam urusan mencapai cita-cita dan harapan.
Ada juga puisi yang sangat aku sukai yaitu:

Menjadi manusia
 
Setiap hari Africa mengawali pagi,seekor rusa bangun.
Tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari seekor singa yang tercepat,atau ia akan terbunuh
 
Setiap pagi seekor singa bangun.
Tahu bahwa ia harus mencari rusa yg paling lambat,atau ia akan mati kelaparan.
 
Tidak masalah apakah kamu adalah seekor rusa atau seekor singa; ketika matahari terbit,lebih baik
Kamu mulai berlari.
 
(puisi tradisional Afrika)

Bagaimana? Puisi yang keren sekali kan.. Kalau dipikir-pikir selama ini aku menjadi seperti siapa ya.. Sepertinya tidak keduanya deh. Dan sepertinya memang selama ini aku selalu ketinggalan dengan orang lain..padahal sejak kecil kita selalu diajarkan untuk selalu bangun pagi. Kalo ga salah sejak sekolah TK kita sudah sering mendengar ungkapan tradisional kita yang mengatakan "JANGAN BANGUN KESIANGAN NANTI REJEKINYA DIPATOK AYAM" kenapa kita tidak pernah memikirkan hal ini. Kadang ada yang bilang "orang kita ini gak punya ayam kok, jadi gak perlu takut".. Wah orang zaman sekarang memang sulit untuk diajari hal-hal yang berguna.

Haahhhh.. Baiklah kalau sudah begini jadi ingat kata-kata AA Gym deh, yang 3M itu lo:
1. Mulai dari diri sendiri
2. Mulai dari hal yang terkecil
3. Mulai dari sekarang

Ya semoga kita dapat menjadi orang yang lebih baik, dengan membiasakan bangun lebih pagi dan berusaha menjadi rusa atau singa afrika agar rejeki kita tidak di patok ayam lagi.

Followers

 

WYroom. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com