Selasa, 04 November 2008

Tentang membaca cepat

1 komentar

Beberapa waktu yang lalu saya ikut dalam pelatihan yang di sebut "speed reading". Ini pertama kali saya ikut pelaihan seperti ini. Saya ikut karena di ajak teman dan juga karena emang penasaran dengan acara semacam ini. Bagi sebagaian orang mungkin tidak asingdengan acara semacam ini, mungkin malah sudah banyak yang pernah ikut. Tapi saya juga yakin kalau masih jauh lebih banyak yang belum pernah mengikuti dan hanya pernah dengar atau hanya melihat browsurnya saja, bahkan saya yakin juga kalau masih banyak yang baru dengar istilah ini.

Sebenarnya tidak sulit membayangkan apa sih acara semacam ini. Dari namanya saja sudah dapat ditebak "speed reading", pasti seputar kecepatan dan mambaca. Dan kalau ini sebuah pelatihan berarti pelatihan tentang membaca cepat. Dan memang saat saya ikut tak meleset sedikitpun kalau acara ini adalah tentang diajari teknik dan trik membaca dengan cepat.

Sebelumnya saya akui kalau membca saya lambat bahkan sangat lambat, namun setelah mengikuti acara ini masih tetap lambat:p (maaf, memang begini adanya).. Akan tetapi dalam acara ini kami (karena yang ikut juga lumyan banyak) diajari teknik untuk berkonsentrasi agar bisa tetap fokus. Teknik tentang cara mata memandang bacaan dan seterusnya. Semuanya itu membuat saya tidak nyaman, karena saya merasa memaksakan diri saya (dasarnya sayaitu emang males). Kemudia di akhir acara , banyak dari peserta mengalami kemajuan dalam kecepatan membacanya. Saya pun ternyata juga dapat meningkat, meski saat itu saja sayadapat membaca cepat dan tanpa tahu isi dari bacaan yang saya baca. Sang treiner mengatakan "kalau hal ini sering dilatih maka kecepatan membaca kita akan lebih cepat". Kata-kata ini sangat terngiang-ngiang di pikiran saya (bukan ditelinga, orang tidak kedegeran hanya terasa dipikiran bilang begitu). Dan hal inilah yang membuat saya mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya yang akan dapat meningkatkan kecepatan membca kita bukanlah teknik-teknik yang sedemikian rumit tadi. Mungkin sebagian orang akan bilang kalau teknik itu sangat berpengaruh, saya juga tidak menyalahkan pendapat ini. Namun, menurut saya yang menjadi faktor utama dari peningkatan kecepatan membaca adalah tentang "keseringan membaca kita" 9seperti yang dikatakan treiner kalau sering dilatih akan membuat kita dapat membaca cepat". Nah..yang membuat kita akan dapat membaca dengan cepat ini adalah rutinitas dan kontinuitas kita dalam membaca. Jadi dengan sering membaca kita akan terbiasa dengan tulisan, mata kita akan terbiasa dengan tulisan. Dan di akhir kesimpulan saya bahwa dengan sering membaca, maka kecepatan membaca kita juga akan meningkat dan hal ini tidak perlu dengan mengikuti pelatihan semacam Speed reading..

Oleh karena itu sering0seringlah membaca.. Orang yang banyak membaca akan tau lebih dari pada orang yang tidak membca (ya jelas lah gimana sih).. Maksudnya, seberuntung-beruntungnya orang yang tidak membaca masih beruntung orang yang suka membaca..

Ingat….!!!

MEMBACALAH..!

MEMBACALAH..!

(baca dengan gaya bang napi)

Membaca itu tidak perlu, tapi butuh..!!

0 komentar

Hampir setiap hari dan dimana pun jika orang bertanya bagaimana agar bisa membuat tulisan yang bagus, jawabannya pasti "kamu harus banyak membaca".. Kemudian jika ada pertanyaan bagaimana agar dapat pintar atau dapat nilai bagus pasti jawabannya "kamu harus banyak membaca"

Sebenarnya kita tau atau lebih tepatnya bosan dengan jawaban yang sesungguhnya kita sudah tau. Membaca memang dapat membuat kita jadi seperti apa pun yang kita mau. Membaca membuat kita banyak tau hal dan dengan tau juga bisa melakukan banyak hal. Kita semua tau hal ini. Tapi kenapa kesadaran kita untuk membaca itu yang sangat kurang.

Bagi semua orang apalagi kita sebagai seorang MAHASISWA yang katanya kaum terpelajar tentunya tidak perlu untuk membaca, TAPI BUTUH..!!! Membaca bukan sesuatu yang perlu atau diperlukan, tapi dibutuhkan. Seperti halnya kita setiap hari butuh makanan agar tetap sehat dan hidup. Demikian juga dengan kebutuhan akan membaca. Dengan membaca otak kita akan sehat dan hidup, tentunya dengan membaca bacaan yang bermutu. Dengan otak yang sehat tentunya tubuh juga akan sehat. Otak adalah sumber kekuatan bagi tubuh, dan makanan otak adalah ilmu, dan ilmu didapat dari membaca.

Dengan demikian marilah mulai sekarang kita budayakan membaca. Jangan buang waktu tanpa ada guna, membaca adalah pilihan tepat untuk mengisi waktu luang. Ungkapan itu memang benar, tapi yang lebih benar adalah "luangkan waktu sibukmu untuk membaca". Semoga kita menjadi orang-orang yang gemar membaca, menjadi sahabat buku (jangan kutu buku, gak enak didenger). Dan menjadi manusia yang lebih bermakna.

Minggu, 02 November 2008

0 komentar

Pengalaman Pramugari China Airline

orang tua

True Story ……………

Mudah2an kisah nyata ini bisa menjadi renungan & motivasi bagi kita semua untuk mendapatkan inspirasi seperti pramugari ini. Semoga Bermanfaat..

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayanipenumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking ,penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkulsebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saatitu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesanpertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah majuseorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketikamelewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, diaduduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karungtua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikantangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatasbagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannyaduduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat diaduduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan jugaditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah diasakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilettetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takutmerusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya danmenyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saatmenyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik kepenumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannyakami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kamimengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah,kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini denganspontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkankepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidakpercaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa hausdan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidakdiladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghematbiaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandarabaru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapatmeminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupunkebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenangmeminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik,putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliahditingkat tiga di Peking . anak sulung yang bekerja di kota menjemputkedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orangtua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali kedesa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunyadi Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobilbegitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemanibapaknya bersama-sama ke Peking , tetapi ditolak olehnya karenadianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikerasdapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anakbungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruhmenitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikerasmembawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebutakan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur,akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasitempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakankarung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, diaselalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi diatetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudahsangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil diamenanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakanmakanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernahmelihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebutuntuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimataseorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, denganterharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kamibagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akankami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolakpemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakantidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulustersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaranberharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapisiapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, diayang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintupesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidakbisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembahkami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakanbahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami didesa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yangbegitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidakmemandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik,saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangisdia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya danmenyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluardari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpangsudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain,tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanyamenjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yangkami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tuayang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkanterima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering danmenahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidakbersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebutmembuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangatberharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang daripenampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang danmensyukuri apa yang kita dapat.



sumber : http://www.yauhui.net/kisah-nyata-pengalaman-pramugari-china-airline/

Followers

 

WYroom. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com